Home > artikel > Menulis Dengan Diagram Balon

Menulis Dengan Diagram Balon

Ditulis Oleh Didik Wijaya
Rabu, 27 September 2006

Pada saat menulis atau menemukan ide, seseorang biasanya
membuat kerangka sebagai panduan untuk menulis. Yang paling
umum digunakan adalah membuat kerangka dalam bentuk linear,
baris demi baris, sehingga bentuknya mirip seperti daftar isi.
Biasanya hal ini tidak masalah bila Anda memang membuat
tulisan yang linear, seperti non-fiksi. Masalahnya adalah
tidak semua tulisan berbentuk linier. Masalah lain adalah ide
biasanya tidak muncul secara linier. Proses kreatif suatu
pikiran tidak muncul secara linear. Satu ide yang muncul
biasanya akan diikuti ide lain yang muncul sporadis. Ide
biasanya tersebar seperti kepingan puzzle yang harus
disatukan. Yang perlu kita lakukan adalah mengolah ide atau
informasi yang kita miliki sehingga kita memiliki sebuah alur
cerita. Tulisan ini akan membahas bagaimana menulis fiksi
dengan bantuan diagram balon.
Sebelum kita melanjutkan pembahasan mengenai diagram balon,
ada baiknya kita mengetahui mengenai konsep Mind Mapping.
Konsep Mind Mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan
tahun 1970-an. Teknik ini dikenal juga dengan nama Radiant
Thinking. Sebuah mind map memiliki sebuah ide atau kata
sentral, dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar dari ide
sentral tersebut. Mind Mapping sangat efektif bila digunakan
untuk memunculkan ide terpendam yang kita miliki dan membuat
asosiasi di antara ide tersebut. Mind Mapping juga berguna
untuk mengorganisasikan informasi yang dimiliki. Bentuk
diagramnya yang seperti diagram pohon dan percabangannya
memudahkan untuk mereferensikan satu informasi kepada
informasi yang lain.
Diagram balon sendiri merupakan teknik pengembangan dari Mind
Mapping. Sering disebut sebagai “bubble diagram”, yang
kemudian saya terjemahkan sebagai diagram balon. Teknik ini
sering saya untuk mencatat di kertas, membuat kerangka
presentasi, dll. Karena malas mencatat dengan tulisan panjang,
maka lebih sering saya mencatat dengan menggunakan diagram.
Dengan sedikit modifikasi, teknik ini juga bisa dipakai
sebagai alat bantu untuk menulis.
Mulailah dengan mengambil kertas dan pulpen dan menggambar
beberapa buah balon di kertas tersebut, dan setiap balon
tersebut diberi label. Misalnya di dalam contoh dibuat 4 buah
balon dengan label
HERO, HEROINE, CONFLICT dan RESOLUTION. Kedua label pertama
merupakan karakter fiksi tersebut. Kemudian di setiap balon
karakter diberikan deskripsi masing-masing karakter.

Tarik garis dari balon karakter menuju konflik kemudian
tuliskan di garis tersebut apa kepentingan masing-masing
karakter sehingga menjadi konflik. Kemudian buat garis menuju
resolusi dan buat alternatif resolusi yang akan terjadi.

Anda juga dapat menambahkan beberapa karakter lagi, dan dengan
cara yang sama membuat masing-masing resolusi dan konflik
untuknya.

Jika Anda perhatikan, contoh di dalam diagram di atas
mengambil tokoh dan cerita dari “A Walk to Remember” karya
Nicholas Sparks.
Uniknya adalah Anda dapat menggunakan teknik ini dengan
berbagai variasinya, sesuai dengan style Anda. Anda dapat
menambahkan variasi saat menggunakan teknik ini, misalnya
dengan menggunakan berbagai simbol, singkatan atau gambar,
atau Anda dapat menggunakan berbagai macam warna sebagai
penanda.
Ada beberapa kelebihan saat menggunakan teknik ini, yaitu:
1. Cara ini cepat.
2. Anda dapat menggunakan teknik ini untuk mengorganisasikan
ide-ide yang muncul di kepala Anda.
3. Proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang
lain
4. Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan Anda
untuk menulis. Tempelkan diagram yang sudah Anda buat di depan
layar komputer Anda dan mulailah mengetik berdasar panduan
tersebut.
Digram balon ini mungkin tidak cocok bagi semua orang.
Sesuaikan dengan gaya menulis Anda. Setidaknya teknik ini bisa
menjadi alternatif bagi Anda sebagai panduan untuk menulis.

oleh Didik Wijaya
( http://www.escaeva.com )

Categories: artikel Tags: ,
  1. November 10, 2009 at 6:26 am | #1

    tips yang bagus kawan

    • November 11, 2009 at 5:22 am | #2

      makaci yaa…blognya mas david dimana sih, boleh dong kite mampir …

  1. No trackbacks yet.